Sabtu, 21 November 2015

My Hijab Story

Ada cerita di balik hijab...




















Seperti kebanyakan wanita muslim jaman sekarang, saya juga berhijab...

Alasan saya pakai hijab sekitar 5 tahun lalu, bukan karena Allah, tapi karena dipaksa Papah (terima kasih sudah memaksa saya). Saya diingetin tiap hari sampai kuping ini panas dan menyerah, hahaha...

Lalu, bagaimana?
Karena pengetahuan Agama saya memang kurang...
Pakenya juga suka-suka saya, dengan model lilit sini lilit sana dengan jarum pentul minimal 5 biji... Kadang itu jarum pentul menusuk kulit kepala saya...

Karena tidak Lillahi Ta'ala, kadang kalau saya malas, saya pergi jalan-jalan tanpa jilbab, saya masih pake baju yang agak ketat, pake celana jins model pensil, bahkan memajang foto tanpa jilbab (belum insyaf)

Semakin lama, mungkin juga karena semakin tua, saya sadar, jilbab itu bukan sekedar fashion tapi sebagai pelindung bagi kaum muslimah.
Ada seorang teman yang menyarankan saya untuk mencoba menutup aurat saya dengan benar, pake jilbabnya tiap hari, tiap waktu, pake yang menutup dada juga. Jadi sayapun mencobanya.
Saat berada di rumah, tetap saya pakai jilbab saya, trus mamah tanya "Mau kemana?"
saya cuma senyum saja... Pertanyaan itu juga terlontar dari saudara & keponakan saya...

Alhamdulillah, rasanya juga beda...
Lebih tenang juga lebih nyaman...

Jadi, buat muslimah yang masih ragu, coba saja jilbabnya, terserah niatnya apa...

Kata Jun Ki Oppa (High Society, K Drama) = Niatnya mungkin tidak tulus, tapi bukan berarti prosesnya tidak tulus juga

Jangan lupa panjangkan jilbabnya, longgarkan bajunya, kurangin motifnya, pake kaos kaki juga...
Perbaiki diri dari hal-hal kecil dan perlahan-lahan
Insya Allah akan terlihat hasilnya
Proses itu perlu kesabaran

Pesta Siaga Kwarcab Barito Timur ~ Hore dapat 5 Piala

Edisi Eksis, 14 November 2015
Bumi Perkemahan Bangi Wao

















Damai Dalam Perbedaan



Karena tidak bisa tidur, hati saya tergelitik untuk menceritakan sedikit tentang diri saya...

Damai Dalam Perbedaan

Super sekali...

Pernah membayangkan ada 2 agama dalam 1 rumah tangga
Ya, saya mengalaminya
Orang tua saya beda agama sejak awal menikah hingga sekarang
Papah saya Islam ~ Mamah saya Kristen

Jadi bagaimana?
Ya, begitu... Kami hidup damai dalam perbedaan dan tentu saja saling menghormati
Di Bulan Ramadhan, sejak dulu mamah saya yang menyiapkan makanan sahur dan berbuka
Mamah pun ikut berpuasa bersama kami
Di Waktu Lebaran, mamah juga yang menyiapkan hidangan dan kue
Di waktu Natal, mamah merayakannya dengan sederhana, tanpa pohon terang
Walau banyak orang yang melirik sinis, mencibir bahkan merendahkan

Satu hal yang perlu diingat, kita bukan 'HAKIM'
Jadi, kami hanya menjalani apa yang mungkin bisa dikatakan sebagai takdir kami

Love You Mom... Love You Dad...